DOWNLOAD MODUL TKJ GRATIS
Modul Buat sepuluh Kaje:
-Download Modul 1: Menginstalasi PC
-Download Modul 2: Mendiagnosis Permasalahan PC dan Periferal
-Download Modul 3: Melakukan perbaikan dan Setting ulang sistem PC
-Download Modul 4: Melakukan perbaikan Periferal
-Download Modul 5: Melakukan perawatan PC
-Download Modul 6: Melakukan perawatan Periferal
-Download Modul 7: Menginstalasi Sistem Operasi Berbasis GUI
-Download Modul 8: Membackup dan Merestore Software
Modul Buat sebelas Kaje:
-Download Modul 9: Menginstalasi Sistem Operasi Berbasis Text
-Download Modul 10: Menginstalasi Perangkat Jaringan Lokal (LAN)
-Download Modul 11: Mendiagnosis Permasalahan PC yang Tersambung Jaringan
-Download Modul 12: Melakukan Perbaikan dan Setting Ulang Koneksi Jaringan
-Download Modul 13: Menginstalasi Sistem Operasi Jaringan Berbasis GUI
-Download Modul 14: Menginstalasi Sistem Operasi Jaringan Berbasis Text
Modul Buat dua belas Kaje:
-Download Modul 15: Menginstalasi Sistem Operasi Jaringan Berbasis Luas (WAN)
-Download Modul 16: Mendiagnosis Permasalahan Perangkat yang Tersambung Jaringan Berbasis Luas (WAN)
-Download Modul 17: Mengadministrasi server dalam Jaringan
-Download Modul 18: Merancang Bangun & Menganalisa WAN
Sumber : mamaders.blogspot.com
Jumat, 21 September 2012
Cara Cepat Menghitung IP Address
Setelah berkenalan dengan IP Address pada subnetting part1 dan sudah belajar dasar-dasarnya tentang Subnetting Kelas C, Subnetting Kelas B dan Subnetting Kelas A. Tentunya kalo saya kasih IP 192.168.10.1/27, kalian udah bisa doonk jawab pertanyaan seperti berapa subnetnya, berapa hostnya, subnet masknya, dll.
Tapi kalo saya tanya berapa sih range IP yang terdapat di subnet ke-6??
hayoo.. gimana caranya??
masih ingat kan?? kalo lupa pelajari lagi Subnetting Kelas C
kalo kita pake cara yang sudah kita pelajari sebelumnya, kita cari dulu /27 nya, trus tentuin subnetnya berapa setelah itu hostnya berapa, baru deh dapat rangenya.
kayak gini ni
tentuin dulu /27 nya dimana

Setelah dapat, tentuin subnet sama hostnya

Baru deh bikin range IPnya
Setelah semua di dapat, cari aja subnet ke-6. Maka Range IPnya adalah 192.168.10.192 - 192.168.10.223
panjang kan caranya??
gimana kalo IP tersebut punya ratusan subnet, dan yang ditanya subnet yang ke ratusan itu juga. kan ga lucu kita bikin panjang-panjang buat nyari IPnya.
naah, inilah tema kita kali ini. Cara cepat menghitung IP address
Begini caranya:
IP Address: 192.168.10.1/27
tentukan IP pada subnet ke-6
Langkah-langkahnya:
1. Tentukan dulu /27 berada pada oktet keberapa



2. Berarti /27 berada pada oktet ke-4
3. Binerkan subnet yang mau kita cari
kita mencari subnet ke-6, jadi "6" nya kita binerkan dulu. Binernya adalah 00000110
tau kan datangnya dari mana??
kalau lupa, ni caranya

dari gambar di atas, untuk mendapatkan 6 kita butuh angka berapa aja??
4 dan 2 kan??
karena 4+2 = 6
karena yang dipakai 4 dan 2, maka oktet pada 4 dan 2 dijadikan "1" dan sisanya di "0" kan. Maka di dapat 00000110
3. Sejajarkan Subnet ke-6 tersebut dengan Network Portion Subnet Mask kemudian AND kan
Subnet Mask diambil dari /27. Karena /27 berada pada oktet keempat, maka yang kita sejajarkan dengan Subnet ke-6 adalah oktet keempat dari /27
Apa itu network Portion??

maka:
11100000
11000000 --> koq begini??
6 binernya adalah 00000110, karena kita sesuaikan dengan Network Portion 11100000, maka kita mulai dari belakang Network Potion. dan masukkan binernya "6" mulai dari belakang, kemudian sisa 0 nya abaikan saja
jadinya seperti ini:
11100000
110
Kemudian pada sisi host portion di "0" kan
jadinya seperti ini:
11100000
11000000
-------------- AND
11000000
4. setelah di dapat binernya, rubah hasil AND tersebut kedalam desimal dan itulah IP subnetnya
hasil: 11000000 = 192
maka IP Address Subnetnya adalah 192.168.10.192
5. Cari IP Hostnya
Cara mencari IP Host: "1" kan semua yang berada pada posisi Host Portion
IP Subnet = 11000000
IP Host = 11011111
Setelah itu desimalkan biner tersebut, maka itu IP Hostnya
11011111 = 223
Maka kita dapat range IP pada Subnet ke-6 adalah 192.168.10.192 - 192.168.10.223
Sama kan??
dan lebih mudah kan??
Sumber: http://olafthon.blogspot.com/2011/04/cara-cepat-menghitung-ip-address.html
Belajar Mengenal IP-Address Dan Cara Konfigurasinya
Alamat IP (Internet Protocol Address atau sering disingkat IP) adalah deretan angka biner antar 32-bit sampai 128-bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan Internet. Panjang dari angka ini adalah 32-bit (untuk IPv4 atau IP versi 4), dan 128-bit (untuk IPv6 atau IP versi 6) yang menunjukkan alamat dari komputer tersebut pada jaringan Internet berbasisTCP/IP.
Jumlah IP address yang tersedia secara teoritis adalah 255×255x255×255 atau sekitar 4 milyar lebih yang harus dibagikan ke seluruh pengguna jaringan internet di seluruh dunia. Pembagian kelas-kelas ini ditujukan untuk mempermudah alokasi IP Address, baik untuk host/jaringan tertentu atau untuk keperluan tertentu.
IP Address dapat dipisahkan menjadi 2 bagian, yakni bagian network (net ID) dan bagian host (host ID). Net ID berperan dalam identifikasi suatu network dari network yang lain, sedangkan host ID berperan untuk identifikasi host dalam suatu network. Jadi, seluruh host yang tersambung dalam jaringan yang sama memiliki net ID yang sama. Sebagian dari bit-bit bagian awal dariIP Address merupakan network bit/network number, sedangkan sisanya untuk host. Garis pemisah antara bagian network dan host tidak tetap, bergantung kepada kelas network.IP address dibagi ke dalam lima kelas, yaitu kelas A, kelas B, kelas C, kelas D dan kelas E.
Perbedaan tiap kelas adalah pada ukuran dan jumlahnya. Contohnya IP kelas A dipakai oleh sedikit jaringan namun jumlah host yang dapat ditampung oleh tiap jaringan sangat besar. Kelas D dan E tidak digunakan secara umum, kelas D digunakan bagi jaringan multicast dan kelas E untuk keprluan eksperimental. Perangkat lunakInternet Protocol menentukan pembagian jenis kelas ini dengan menguji beberapa bit pertama dari IP Address. Penentuan kelas ini dilakukan dengan cara berikut :
Bit pertama IP address kelas A adalah 0, dengan panjang net ID 8 bit dan panjang host ID 24 bit. Jadi byte pertama IP address kelas A mempunyai range dari 0-127. Jadi pada kelas A terdapat 127 network dengan tiap network dapat menampung sekitar 16 juta host (255×255x255).IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar, IP kelas ini dapat dilukiskan pada gambar berikut ini:

IP address kelas A
Dua bit IP address kelas B selalu diset 10 sehingga byte pertamanya selalu bernilai antara 128-191. Network ID adalah 16 bit pertama dan 16 bit sisanya adalah host ID sehingga kalau ada komputer mempunyaiIP address 167.205.26.161, network ID = 167.205 dan host ID = 26.161. Pada. IP address kelas B ini mempunyai range IP dari 128.0.xxx.xxx sampai 191.155.xxx.xxx, yakni berjumlah 65.255 network dengan jumlah host tiap network 255 x 255 host atau sekitar 65 ribu host.

IP address kelas B
IP address kelas C mulanya digunakan untuk jaringan berukuran kecil seperti LAN. Tiga bit pertama IP address kelas C selalu diset 111. Network ID terdiri dari 24 bit dan host ID 8 bit sisanya sehingga dapat terbentuk sekitar 2 juta network dengan masing-masing network memiliki 256 host.

IP address kelas C
IP address kelas C digunakan untuk keperluan multicasting. 4 bit pertama IP address kelas C selalu diset 1110 sehingga byte pertamanya berkisar antara 224-247, sedangkan bit-bit berikutnya diatur sesuai keperluan multicast group yang menggunakanIP address ini. Dalam multicasting tidak dikenal istilah network ID dan host ID.
IP address kelas E tidak diperuntukkan untuk keperluan umum. 4 bit pertama IP address kelas ini diset 1111 sehingga byte pertamanya berkisar antara 248-255.
Sebagai tambahan dikenal juga istilah Network Prefix, yang digunakan untuk IP address yang menunjuk bagian jaringan.Penulisan network prefix adalah dengan tanda slash “/” yang diikuti angka yang menunjukkan panjang network prefix ini dalam bit. Misal untuk menunjuk satu network kelas B 167.205.xxx.xxx digunakan penulisan 167.205/16. Angka 16 ini merupakan panjang bit untuk networkprefix kelas B.
Mengkonfigurasi TCP/IP
Implementasi TCP/IP pada Windows meliputi protokol standar TCP/IP, kompatible dengan
TCP/IP berbasis jaringan. Protokol standar TCP/IP termasuk:
1. Internet Protocol,
2. Transmission Control Protocol (TCP),
3. Internet Control Message Protocol (ICMP),
4. Address Resolusion Protocol (ARP),
5. User Datagram Protocol (UDP).
TCP/IP harus dikonfigurasikan sebelum dahulu agar bisa “berkomunikasi” di dalam jaringan
komputer. Setiap kartu jaringan komputer yang telah diinstall memerlukan IP address dan subnet
mask. IP address harus unik (berbeda dengan komputer lain), subnet mask digunakan untuk
membedakan network ID dari host ID.
Memberikan IP Address
IP address dan subnet mask dapat diberikan secara otomatis menggunakan Dynamic Host
Configuration Protocol (DHCP) atau disi secara manual.

Gambar 2.4. IP address dalam TCP/IP properties
Prosedur yang dilakukan untuk mengisikan IP address:
1. Buka Control Panel dan double-klik icon Network.
2. Di dalam tab Configuration, klik TCP/IP yang ada dalam daftar untuk kartu jaringan yang telah
diinstall.
3. Klik Properties.
4. Di dalam tab IP Address, terdapat 2 pilihan:
* Obtain an IP address automatically
IP address akan diperoleh melalui fasilitas DHCP. DHCP berfungsi untuk memberikan IP address
secara otomatis pada komputer yang menggunakan protokol TCP/IP. DHCP bekerja dengan relasi
client-server, dimana DHCP server menyediakan suatu kelompok IP address yang dapat diberikan
pada DHCP client. Dalam memberikan IP address ini, DHCP hanya meminjamkan IP address
tersebut. Jadi pemberian IP address ini berlangsung secara dinamis.
* Specify an IP address
IP address dan subnet mask diisi secara manual.
5. Klik OK.
6. Jika diperlukan masuk kembali ke dalam kotak dialog TCP/IP Properties, klik tab Gateway,
masukkan nomor alamat server.
7. Klik OK.
8. Jika diperlukan untuk mengaktifkan Windows Internet Naming Service (WINS) server, kembali
ke dalam kotak dialog TCP/IP Properties, klik tab WINS Configuration, dan klik Enable
WINS Resolution serta masukan nomor alamat server.
9. Jika diperlukan untuk mengaktifkan domain name system (DNS), kembali ke dalam kotak
dialog TCP/IP Properties, klik tab DNS Configuration, klik Enable DNS, masukkan nomor
alamat server.
10. Klik OK.

IP Address dapat dipisahkan menjadi 2 bagian, yakni bagian network (net ID) dan bagian host (host ID). Net ID berperan dalam identifikasi suatu network dari network yang lain, sedangkan host ID berperan untuk identifikasi host dalam suatu network. Jadi, seluruh host yang tersambung dalam jaringan yang sama memiliki net ID yang sama. Sebagian dari bit-bit bagian awal dariIP Address merupakan network bit/network number, sedangkan sisanya untuk host. Garis pemisah antara bagian network dan host tidak tetap, bergantung kepada kelas network.IP address dibagi ke dalam lima kelas, yaitu kelas A, kelas B, kelas C, kelas D dan kelas E.
Perbedaan tiap kelas adalah pada ukuran dan jumlahnya. Contohnya IP kelas A dipakai oleh sedikit jaringan namun jumlah host yang dapat ditampung oleh tiap jaringan sangat besar. Kelas D dan E tidak digunakan secara umum, kelas D digunakan bagi jaringan multicast dan kelas E untuk keprluan eksperimental. Perangkat lunakInternet Protocol menentukan pembagian jenis kelas ini dengan menguji beberapa bit pertama dari IP Address. Penentuan kelas ini dilakukan dengan cara berikut :
Bit pertama IP address kelas A adalah 0, dengan panjang net ID 8 bit dan panjang host ID 24 bit. Jadi byte pertama IP address kelas A mempunyai range dari 0-127. Jadi pada kelas A terdapat 127 network dengan tiap network dapat menampung sekitar 16 juta host (255×255x255).IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar, IP kelas ini dapat dilukiskan pada gambar berikut ini:

IP address kelas A
Dua bit IP address kelas B selalu diset 10 sehingga byte pertamanya selalu bernilai antara 128-191. Network ID adalah 16 bit pertama dan 16 bit sisanya adalah host ID sehingga kalau ada komputer mempunyaiIP address 167.205.26.161, network ID = 167.205 dan host ID = 26.161. Pada. IP address kelas B ini mempunyai range IP dari 128.0.xxx.xxx sampai 191.155.xxx.xxx, yakni berjumlah 65.255 network dengan jumlah host tiap network 255 x 255 host atau sekitar 65 ribu host.

IP address kelas B
IP address kelas C mulanya digunakan untuk jaringan berukuran kecil seperti LAN. Tiga bit pertama IP address kelas C selalu diset 111. Network ID terdiri dari 24 bit dan host ID 8 bit sisanya sehingga dapat terbentuk sekitar 2 juta network dengan masing-masing network memiliki 256 host.

IP address kelas C
IP address kelas C digunakan untuk keperluan multicasting. 4 bit pertama IP address kelas C selalu diset 1110 sehingga byte pertamanya berkisar antara 224-247, sedangkan bit-bit berikutnya diatur sesuai keperluan multicast group yang menggunakanIP address ini. Dalam multicasting tidak dikenal istilah network ID dan host ID.
IP address kelas E tidak diperuntukkan untuk keperluan umum. 4 bit pertama IP address kelas ini diset 1111 sehingga byte pertamanya berkisar antara 248-255.
Sebagai tambahan dikenal juga istilah Network Prefix, yang digunakan untuk IP address yang menunjuk bagian jaringan.Penulisan network prefix adalah dengan tanda slash “/” yang diikuti angka yang menunjukkan panjang network prefix ini dalam bit. Misal untuk menunjuk satu network kelas B 167.205.xxx.xxx digunakan penulisan 167.205/16. Angka 16 ini merupakan panjang bit untuk networkprefix kelas B.
Mengkonfigurasi TCP/IP
Implementasi TCP/IP pada Windows meliputi protokol standar TCP/IP, kompatible dengan
TCP/IP berbasis jaringan. Protokol standar TCP/IP termasuk:
1. Internet Protocol,
2. Transmission Control Protocol (TCP),
3. Internet Control Message Protocol (ICMP),
4. Address Resolusion Protocol (ARP),
5. User Datagram Protocol (UDP).
TCP/IP harus dikonfigurasikan sebelum dahulu agar bisa “berkomunikasi” di dalam jaringan
komputer. Setiap kartu jaringan komputer yang telah diinstall memerlukan IP address dan subnet
mask. IP address harus unik (berbeda dengan komputer lain), subnet mask digunakan untuk
membedakan network ID dari host ID.
Memberikan IP Address
IP address dan subnet mask dapat diberikan secara otomatis menggunakan Dynamic Host
Configuration Protocol (DHCP) atau disi secara manual.

Gambar 2.4. IP address dalam TCP/IP properties
Prosedur yang dilakukan untuk mengisikan IP address:
1. Buka Control Panel dan double-klik icon Network.
2. Di dalam tab Configuration, klik TCP/IP yang ada dalam daftar untuk kartu jaringan yang telah
diinstall.
3. Klik Properties.
4. Di dalam tab IP Address, terdapat 2 pilihan:
* Obtain an IP address automatically
IP address akan diperoleh melalui fasilitas DHCP. DHCP berfungsi untuk memberikan IP address
secara otomatis pada komputer yang menggunakan protokol TCP/IP. DHCP bekerja dengan relasi
client-server, dimana DHCP server menyediakan suatu kelompok IP address yang dapat diberikan
pada DHCP client. Dalam memberikan IP address ini, DHCP hanya meminjamkan IP address
tersebut. Jadi pemberian IP address ini berlangsung secara dinamis.
* Specify an IP address
IP address dan subnet mask diisi secara manual.
5. Klik OK.
6. Jika diperlukan masuk kembali ke dalam kotak dialog TCP/IP Properties, klik tab Gateway,
masukkan nomor alamat server.
7. Klik OK.
8. Jika diperlukan untuk mengaktifkan Windows Internet Naming Service (WINS) server, kembali
ke dalam kotak dialog TCP/IP Properties, klik tab WINS Configuration, dan klik Enable
WINS Resolution serta masukan nomor alamat server.
9. Jika diperlukan untuk mengaktifkan domain name system (DNS), kembali ke dalam kotak
dialog TCP/IP Properties, klik tab DNS Configuration, klik Enable DNS, masukkan nomor
alamat server.
10. Klik OK.

Sumber : www.Indosandster.com
PERAKITAN PC
(*)
Kegiatan Belajar 2 :
Perakitan PC dan Keselamatan kerja dalam Merakit Komputer
a.Tujuan Kegiatan
Pemelajaran
1) Peserta didik mampu
mengisntalasi PC dengan baik dan aman.
2) Peserta didik mampu mengetahui
tindakan yang membahayakan dalam pemasangan
komponen pc
b.Uraian Materi 2
Sebelum merakit sebuah PC pastikan pertalatan yang
dibutuhkan sudah tersedia, Peralatan yang dibutuhkan ada;ah sebagai
berikut:Obeng,tang,AVO meter (bila ada),solder,timah solder,isolasi,tali
pengikat kabel dan buku catatan.Solder maupun AVO meter jarang di pakai apabila
mempergunakan komponen yang masih baik. Pengukuran arus dan tegangan listrik
hanya dilakukan apabila komponen yang dipergunakan adalah komponen bekas yang
ada tidak mengetahui apakah masih baik atau tidak. Sebaiknya tidak menggunakan
AVO meter pada motherboard apabila motherboard masih baik, karena anda tidak
tahu titik-titik mana yang merupakan titik ukur. Kecerobohan dalam hal ini bisa
menimbulkan akibat fatal. Apabila anda mempergunakan komponen baru, anda tidak
perlu melakukan pengukuran aerus dan tegangan dengan AVO meter. AVO meter
mungkin perlu dipergunakan hanya untuk mengetahui tegangan listrik di jala-jala
listrik rumah anda saja. Bila anda sudah mengetahui tegangan listrik di power
suply komputer (terdapat di dalam cahin/kotak komputernya)apakah sudah diatur
atau belum. Bila type power suply-nya tergolong
semi otomatik, kemungkinan anda harus memindahkan posisi saklar pengatur
tegangan ke posisi tegangan yang sesuai dengan tegangan listrik di tempat anda.
Selanjutnya untuk merakit komputer personal anda
dapat mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:
1) Ambil
motherboard dan letakan di tempat yang aman. Persiapkan peralatan dan buku
manual dari masing komponen PC. Baut
motherboard dengan papan casing, sehingga akan lebih kuat aman.
Gambar 16.motherboard
2)
Pasanglah
processor pada tempatnya (soket-nya) perhatikan tanda yang ada pada soket
tersebut
(tidak boleh terbalik).Kuncilah tangkai pengunci
yang biasanya terdapat disisi soket processor. Perhatikan kode titik atau sisi
processor dengan bentuk miring merupakan pentujuk agar bagian processor itu
dipasang pada bagian slot yang memliki tanda sama. Bacalah dengan baik manual
processor dan pabriknya apabila anda kurang hati-hati atau terbalik memasang
processor ini bisa berakibat fatal. Bila anda ragu sebaiknya pada saat membeli
motherboard bisa anda tanyakan kepada penjualnya kemudian pasanglah kipas
pendingin diatasnya. Pada produk processor terakhir sudah dilengkapi dengan
kipas pendingin
Gambar 17.Pemasangan Prosesor
3) Pasanglah
memori RAM pada tempatnya dengan baik, perhatikan sudut memori yang biasanya
berlekuk harus di tempatkan pada tempatnya secara hati-hati. Apabila anda terbalik memasangya,
maka memori akan sulit dimasukan. Pada jenis memori SDRAM, dudukan memori di
motherboard memliki pengunci yang akan bergerak mengunci bersamaan dengan
masuknya memori ke dalamnya.
Gambar 18.Pemasangan RAM
4) Masukan
motherboard ke dalam cashin (kotak kompuer), Kaitakanlah pengait plastik yang
bisa disediakan oleh pabrik cashin, ke dalam lubang yang terdapat pada
motherboard. Pada sudut yang memungkikan anda tempatkan baut, bautlah
motherboard tersebut pada cashing untuk menghindarkan terjadinya pergeseran
motherboard pada wakut anda memindah-mindahkan CPU nantinya.Sebaiknya hati-hati
memasang motherboard pada cashing karena bentuknya tipis kecil dan meiliki
rangkain elektronik yang rumit.
Gambar 19.Memasukkan Motherboard dalam Casing
5) Pasanglah kabel khusu catu daya motherboard yang ada pada power
suply (biasanya dituliskan P8 dan P9), kabel berwarna hitam dari kedua
konekstornya harus dipasang berdampingan. Apabila anda mempergunakan jenis
motherboard jenis ATX, pasanglah kabel power khusus tersebut pada slot power
khusus ATX yang terdapat pada motherboard tersebut.
Gambar 20. Pemasangan Kabel pada Mtoherboard
6)
Pasanglah
hard disk, ploppy drive pada tempat yang telah tersedia dalam cashing CPU,
Kencangkan dudukanya dengan baut secara hati-hati. Bila ada CD ROM drive,
pasangkan pula alat ini secara hati-hati dan dikencangkan dengan baut. Perlu
diperhatikan untuk CD-ROM dan hard disk jumper terpasang dengan benar, karena
akan mengindentifikasikan sebagai master atau slave, karena jika salah hard
disk atau CD-ROM tidak akan terdeteksi.
Gambar 21. Pemasangan kabel dan jumper
7) Sambungkan kabel dari power
suply ke slot power yang terdapat di hard disk , flopy drive dan CD ROM drive. Perhatikan
sudut konektor plastiknya pada kabel tersebut biasanya sudah terancang
pas sesuai dengan dudukan yang terdapat pada hard disk, flopy drive atau CD ROM
drive. Bila anda memasang konektor ini terbalik, maka pada saat anda memasukan
konektor tersebut akan terasa sedikit sulit. Segeralah cabut konektor dan
masukan kembali pada posisi yang tepat.
Gambar 23. Pemasangan kabel Power pada harddisk,
Drive Drive, dan CD ROM
Sambungkan kabel pita (kabel data) pada dudukan hard disk, flopy drive dan
CD ROM drive. Kabel ini berfungsi untuk menghitungkan peralatan tersebut ke
motherboard. Perhatikan sisi kabel berwarna merah harus ditempatkan pada kaki
nomor satu (lihat keterangan yang dituliskan pada hard disk atau flopy drive
ataupun CD ROM drive). Bila terbalik memasangnya komputer tidak akan bekerja
baik dan dapat merusakan peralatan-peralaatan tersebut. Kabel yang terpasang ke
flopy drive lebih sempit bila dibandingkan kabel penghubung hard disk ataupun
CD ROM drive. Kabel penghubung hard disk dan CD ROM drive sama ukuranya. Untuk
kabel pita strip merah pada pinggir kabel menandakan no 1
Gambar 24. Pemasangngan kabel pita
9) Sambungkan
kabel flopy drive ke slot untuk flopy drive, demikian pula sambungkan kabel
dari hard disk ke slot IDE nomor 1. dan kabel dari CD ROM ke slot Ide nomor 2.
Perhatikan juga agar sisi kabel berwarna merah harus menempati kaki nomor satu
pada tiap slot. Anda bisa melihat keterangan yang tertulis di motherboard
ataupun di manual motherboard.
Gamabr 25. Slot Disk Drive, Hard disk dan CD ROM
10) Pasanglah
VGA card pada slotnya, bila anda memiliki card jenis ISA, anda harus
menempatkan card tersebut pada ISA slot bus di motherboard. Bila anda meiliki
card VGA jenis PCI, anda harus pasangkan card tersebut pada slot bus PCI di
motherboard. Tetapi jika Vga berupa VGA onboard, tinggal mengatur dalam BIOS.
Gambar 26. Pemasangan
VGA Card pada Motherboard
11) Pasang
expansion card tambahkan pada PCI maupun ISA. Expansion card dapat berupa LAN
card sound card ,TV tunner card, video capture dan lain-lain. Setelah itu
kencangkan dan baut dengan dudukan casing PC.
Gambar 27. Mengencangkan Epansion Card pada casing
12) Hubungkan
konektor kabel penghubung tombol “Reset” ke pin “Reset” yang terdapat pada
motherboard. Hubungkan pula konektor kabel penghubung speaker ke pin
bertuliskan speaker yang ada pada motherboard. Sering ditulis dengan kode LS.
Beberapa cashing telah dilengkapi pula kabel lampu indikator berikut kabel
penghubungnya lengkap dengan konektor agar perakit komputer tinggal
menghubungkan saja ke motherboard.
Gambar 28. Memasang Tombol-tombol Casing
13) Pasanglah
kabel data dari monitor ke slot yang terdapat di card VGA, perhatikan
konektornya memiliki 3 deretan kaki yang tersusun rapi, dengan konektor
berbentuk trapesium.
14) Pasangkan
konektor keyboard ke slot keyboard yang terdapat di motherboard. Dan perangkat
lain.
Gambar 29. Terminal untuk I/O Motherboard
15) Pasangkan kabel listrik
(power) dari layar monitor ke slot power yang terdapat di bagian belakang power
suply yang telah terpasang pada cashing CPU. Bila konektornya tidak cocok, anda dapat memasang kabel listrik
tersebut ke jala-jala listrik rumah anda. Anda akan membutuhkan T konektor untuk membagi listrik ke monitor dan Cpu yang
anda rakit. Pasangkan kabel listrik untuk CPU ke slot yang terdapat pada power
suplydi bagian belakang cashing CPU.
Gambar 30. Pemasangan Kabel Power
Sekarang anda telah berhasil merakit sebuah Personal Komputer, tetapi anda
belum bisa mempergunakan komputer tersebut. Anda masih harus mengatur program
BIOS, dan memasang (menginstal) program
sistem operasi dan program aplikasi ke dalam hard disknya.
Sebelum anda mengatur program BIOS, anda cek kembali semua langkah yang
telah anda lakukan tadi. Perhatikan posisi “jumper” jagan ada yang slah,
demikian pula prossor dan Ram serta kabel-kabel penghubung hard disk, flopy
drive dan CD ROM drive. Setelah anda yakin benar dan sudah sesuai dengan
keterangan yang tercantym dalam manual pabrik dari setiap peralatan taf. Anda
bisa melakakukan pengaturan program BIOS.
Langganan:
Komentar (Atom)













